Dorong Pendekatan Multidisiplin dalam Beragama, Amin Abdullah Terima Habibie Prize
Kamis, 12/12/2024 - 11:02:36 WIB
Redaktur:
Prof. Dr. Amin Abdullah, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Senior Fellow Institut Leimena, menerima penghargaan Habibie Prize dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta, 11 November 2024.

TERKAIT:
   
 

Jakarta,Beritatime.com – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Senior Fellow Institut Leimena, Prof. Dr. Amin Abdullah, meraih penghargaan Habibie Prize untuk bidang ilmu filsafat, agama, dan kebudayaan. Penghargaan ini diberikan karena kontribusi Amin Abdullah dalam pengembangan pendekatan multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin dalam studi agama dan budaya.

Amin telah mendedikasikan diri dalam pengembangan dua fondasi keilmuan yaitu tradisi keilmuan agama dan filsafat. Guru Besar Ilmu Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga tersebut memperkenalkan paradigma baru “integrasi-interkoneksi” dituangkan lewat buku karyanya yang diterbitkan tahun 2021 berjudul Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama & Studi Islam di Era Kontemporer.

“Hubungan antara agama dan filsafat kadang-kadang tidak selaras, kadang-kadang kontradiksi, tapi di UIN Sunan Kalijaga, saya membangun fondasi yang bisa mengintegrasikan dan mendialogkan keduanya antara ilmu agama dan filsafat,” kata Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN), atau sekarang UIN, Sunan Kalijaga tahun 2002-2006 dan 2006-2010 itu, saat ditemui IL News usai menerima Habibie Prize di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta, 11 November 2024.

Penghargaan Habibie Prize diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, dalam acara Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024. Habibie Prize merupakan salah satu program prioritas nasional BRIN dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang kondusif. Penghargaan itu diberikan kepada talenta unggul Indonesia yang telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain Amin Abullah, penghargaan itu juga diberikan kepada empat pemenang lainnya yaitu Prof. Ir. Felycia Edi Soetaredjo dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Bidang Ilmu Pengetahuan Dasar), Prof. Brian Yuliarto dari Institut Teknologi Bandung (Bidang Ilmu Rekayasa), Prof. Bachti Alisjahbana dari Universitas Padjadjaran Bandung (Bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi), dan Prof. Anita Lie dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum).

Krisis Multidimensi

Amin menyatakan peradaban modern melahirkan krisis multidimensi dengan wajah berbeda dari krisis pada abad sebelumnya, sebagaimana contoh yang terbaru adalah pandemi Covid-19. Situasi tersebut menyadarkan agamawan, ilmuwan, dan stakeholders akan pentingnya berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu untuk mencari solusi komprehensif.

Menurutnya, agama dan umat beragama seharusnya hadir menjadi angin segar dan menuntun kepada jalan keluar. Itu sebabnya, penting bagi cendekiawan Muslim untuk mampu mendialogkan dan mempertautkan antara nash, rasio-intelek, dan pengalaman manusia.

“Dalam konteks itulah maka linearitas ilmu dan pendekatan monodisiplin tak bisa atau tidak boleh lagi dipertahankan karena akan menimbulkan pemahaman atas ajaran agama yang kehilangan kontak dengan realitas dan relevansi dengan kehidupan sekitar. Pendekatan monodisiplin harus digeser ke pendekatan yang multidisplin, interdisiplin, bahkan transdisiplin,” ujar Amin, yang juga Ketua Komisi Kebudayaan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Pendekatan multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin, disingkat sebagai MIT, dalam keagamaan telah menjadi salah satu materi dalam program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang diadakan oleh Institut Leimena bersama sedikitnya 30 mitra lembaga pendidikan dan keagamaan di Indonesia. Amin menjadi pembicara untuk sesi kompetensi pribadi Islam dengan judul “Kompetensi Pribadi Islam: Memahami Apa yang Agama Saya Ajarkan dengan Pendekatan Multi-, Inter-, dan Transdisiplin”.

Program LKLB telah diikuti oleh 9.160 guru dari 37 provinsi di Indonesia terdiri dari guru beragama Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu. Sejak 2021, program LKLB dirancang oleh Institut Leimena, termasuk di dalamnya Amin Abdullah dan Senior Fellow Institut Leimena dan Menteri Luar Negeri RI 1999-2001, Alwi Shihab, serta sejumlah pihak lainnya termasuk beberapa mitra awal seperti Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Maarif Institute, dan Masjid Istiqlal. [IL//btc/Chr]


 
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)
 



 
Berita Lainnya :
  • Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Berikan Penerangan Dan Pendidikan Hukum Desa Se-Kecamatan Pangkalan Kuras
  • Kolaborasi Bersama Petani Jagung, Polsek Pinggir Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
  • Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026
  • Apel Siaga Antisipasi Dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla 2026, Ahmad Yuzar : Bukti Komitmen Bersama Lindungi Kampar dari Bencana.
  • Bupati dan Wakil Bupati Kampar Hadiri Sertijab dan Ramah Tamah.
  • Bupati Kampar Tinjau Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026
  • Pantau Pertumbuhan Tanaman, Polsek Pinggir Cek Ladang Jagung Di Dua Kelurahan Dan Dua Desa
  • KMAKI Sebut 1 Tahun Dipimpin Bupati Asgianto, Korupsi Merajalela
  • Jajaran Polsek Pinggir Kolaborasi Bersama Petani, Cek Tanaman Jagung Di Empat Desa Di Talang Muandau
  • Bupati Kampar Ahmad Yuzar Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Berikan Penerangan Dan Pendidikan Hukum Desa Se-Kecamatan Pangkalan Kuras

    Bupati Kampar Tinjau Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026

    WFH ASN Siak Berlanjut Juni 2026, Bupati Afni Ubah Jadwal dari Rabu ke Jumat

     
      Terpopuler  
    1 Arist Merdeka Sirait: HL Pendeta Cabul di Surabaya terancam 20 tahun penjara dan Kebiri!
    2 Pembunuhan Mandor PT MUP Di Tangkap Polisi
    3 Bupati Kuansing Minta Perketat Penjagaan Karena Kuansing Zona Hijau Bebas Covid-19
    4 KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau di Persidangan Amril Mukminin
    5 Drs.Sozifao Hia M.Si Sesalkan BLT Pemda dan Pemprov Belum Disalurkan Kepada Masyarakat
    6 Listrik Mati Tujuh Jam,Warga Siak Minta DPRD Berikan Teguran
    7 Ormas, Parpol Tak Gunakan Azas Pancasila, Dibubarkan Layaknya PKI
    8 Polda Banten Kawal Penerapan New Normal di Kabupaten Tangerang
    9 Sekda Daerah Kabupaten Nias Utara Di Tangkap Polisi Kasus Narkoba
    10 Pengesahan KEMENKUMHAM RI Terhadap Pengurus DPP Partai Berkarya Periode 2020-2025
     
     
       



    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 beritatime.com, all rights reserved