Tragedi Tapanuli Tengah Banjir Bandang dan Longsor Merenggut Ratusan Nyawa
Rabu, 10/12/2025 - 18:51:10 WIB
Redaktur: MD
 |
| Gambar: Situasi bajir di Jl. Feisal tanjung Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Selasa, (25/11/2025), (Dok. Rahmat). |
TAPTENG - Beritatime.Com, Bencana dahsyat berupa banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada November 2025, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 442 jiwa menjadi korban meninggal dunia, sementara 402 lainnya masih belum ditemukan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi di tengah medan yang sulit.
"Tim terus bekerja keras tanpa kenal lelah. Meskipun medan sangat menantang, kami berkomitmen untuk menemukan seluruh korban yang masih hilang," tegas Suharyanto.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas dan berbagai relawan, terus melakukan penyisiran di area terdampak. Alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh material longsor.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama berbagai lembaga kemanusiaan telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban selamat. Bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan darurat lainnya telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian.
Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir bandang ini terkait dengan Siklon Tropis Senyar, yang meningkatkan curah hujan secara signifikan di wilayah Sumatera bagian barat.
"Siklon Tropis Senyar menyebabkan hujan dengan intensitas sangat tinggi, memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera Utara," jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.
Berbagai organisasi lingkungan menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan di wilayah tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan pengawasan.
"Kami akan mengevaluasi semua aspek mitigasi dan memastikan pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi memperburuk dampak bencana dapat dilakukan lebih ketat," katanya.
Upaya pencarian korban dan penyaluran bantuan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. (Rahmat).
| |
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
| |
Komentar Anda :