TAPTENG, Beritatime.com — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Tengah tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga memukul sektor pendidikan. Sedikitnya 368 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga mengancam kelangsungan proses belajar mengajar di sejumlah wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pendataan di lapangan yang dilakukan bersama satuan pendidikan di wilayah terdampak. Pendataan juga telah dikoordinasikan dengan BPBD Tapanuli Tengah untuk memastikan kesesuaian informasi.
“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat ratusan gedung sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Johannes Simanjuntak, Kamis (18/12/2025).
Ia merinci, sekolah terdampak meliputi 126 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 192 Sekolah Dasar (SD), dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat ini, Dinas Pendidikan masih melakukan pemetaan lanjutan untuk menentukan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Menurutnya, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Beberapa di antaranya perlu direlokasi karena kondisi bangunan tidak memungkinkan untuk dipakai,” katanya.
Untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran pascabencana, Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah menyiapkan sejumlah langkah.
Bagi sekolah yang tidak terdampak langsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara luring dengan pendekatan pembelajaran yang lebih ringan.
Sementara bagi satuan pendidikan yang terdampak, dinas menyediakan layanan trauma healing bagi peserta didik di lokasi pengungsian dan tenda sekolah darurat.
Selain itu, posko tenda sekolah darurat didirikan di sejumlah titik.
Di Kecamatan Tukka, tenda ditempatkan di Tanah Merah dan SMA Tukka masing-masing dua unit. Di Kecamatan Pandan, satu tenda didirikan di Katolik Center.
Sementara di Kecamatan Badiri, posko sekolah darurat ditempatkan di Aula Kantor Camat dan Lapangan Bola Kebun Pisang dengan total dua tenda.
Dinas Pendidikan menyatakan akan terus memperbarui data kerusakan serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna percepatan penanganan dan pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak.
| |
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
| |
Komentar Anda :