Sudah Mau Satu Bulan Laporan Polisi Masih Hanya Sebatas Pemeriksaan
Keluarga Korban Meminta Polres Siak Segera Tangkap Para Pelaku
Jumat, 06/03/2026 - 23:14:37 WIB
Redaktur: AN
 |
| Dok |
SIAK - Beritatime.com, Dugaan penganiayaan berat dan sangat brutal yang dilakukan sejumlah satuan pengamanan (Satpam) PT. KTU Astra Koto Gasib terhadap masyarakat bahkan salah satu dari korban masih anak dibawah umur, lokasi kejadian diperbatasan kebun masyarakat dan PT. KTU Astra RT/RW : 08/03 Dusun Sungai Padang Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib. Selasa, 10/02/26.
Pada hari yang sama setelah kejadian Keluarga korban bersama pengurus DPC LSM Penjara Siak telah membuat laporan resmi ke Polres Siak, dengan Surat Laporan nomor : STPL/17/II/2026/SPKT/POLRES SIAK/POLDA RIAU, Selasa (10/02/2026), namun sampai saat ini masih hanya tahap proses pemanggilan dan pengambilan keterangan para pihak terlapor yang diduga pelaku, yakni pihak Satpam PT. KTU ASTRA. Ucap Optonica yang juga sebagai ketua Dpc Lsm Penjara Siak dan juga keluarga korban. Jumat, 3/3/26 kepada media.
Lanjut Optonica, "Laporan yang telah kita telah diproses oleh penyidik yang telah ditunjuk dan dari hasil SP2HP yang kita dapatkan dari penyidik telah dilakukan pemanggilan terhadap beberapa security PT KTU Astra. Antara lain; Sugianto sebagai Danton dan Sihombing sebagai Danru serta beberapa anggota security bernama Marbun Dkk".
Kami keluarga korban sangat berharap perkara ini bisa secepatnya ada titik terangnya. Sementara kasus atau laporan telah berlangsung mau 1 bulan, kita masih menghargai proses berbagai tahap yang dilakukan Polres Siak sebagai SOP dalam penanganan perkara. Namun kita juga berharap agar tidak diam ditempat dan secepatnya diusut supaya ada titik terang nya.
Juga beberapa keterangan petunjuk dasar telah kita sampaikan untuk membantu pekerjaan pihak kepolisian seperti nama-nama lengkap identitas Satpam PT. KTU Astra, Photo kedua korban saat setelah dianiaya diatas mobil perusahaan dengan posisi mata ditutup dengan Karet Ban bekas berlumuran darah, CCTV yang dipasang di Puskesmas Koto Gasib ketika kedua korban diantar oleh pihak Pengamanan perusahaan dengan posisi tangan diborgol dan sebagian Personil Polsek Koto Gasib yang ikut ada dilokasi Puskesmas Koto Gasib. Dan setalah selesainya pihak Satpam mengantar ke Polsek Koto Gasib namun diantar kembali oleh pihak security ke Puskesmas karena kondisi kedua korban sudah sangat kritis. Jelas Optonica
Sangat menyayangkan kinerja APH, bila pelaku tidak ditangkap dan di tahan. Sedangkan, " Gajah mati di dalam hutan di TNTN tanpa saksi yang hanya diketahui oleh alam bisa ditemukan pelakunya sampai keluar daerah Jawa, apalagi hal ini menyangkut nyawa manusia dengan telah ada beberapa petunjuk dasar atau awal, mustahil jika tidak bisa diungkap".
Kami pihak keluarga korban sangat berharap kepada pihak kepolisian yang telah diberi wewenang dan keahlian dalam melakukan tupoksinya. Hal ini supaya tidak terkesan dan publik menduga, "Ada apa pihak oknum penyidik dengan PT. KTU Astra dan para yang diduga pelaku..?".
Jangan nanti ketika perusahaan sudah melakukan mutasi Pihak Tenaga Kerja Pengamanan nya tentu akan mempersulit pekerjaan pihak kepolisian dan muncul nanti berbagai alasan. Yang akhirnya publik dan atau masyarakat berpersepsi lain terhadap institusi kepolisian. Pinta dan harap Optonica. (AN)
| |
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
| |
Komentar Anda :