Siasat Politik Turun ke Medan Bantu Mantu Jokowi
Senin, 16/11/2020 - 15:27:19 WIB
Redaktur:


TERKAIT:
   
 

BERITATIME.COM | Medan - Menantu Presiden Joko Widodo yang juga calon wali kota Pilkada Medan Bobby Nasution dibantu sejumlah tokoh politik tingkat nasional saat berkampanye. Tokoh-tokoh tersebut bahkan datang langsung ke Medan.

Sebut saja Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, politikus PDIP Adian Napitupulu hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Mereka menyapa masyarakat Medan bersama Bobby saat berkampanye. Para tokoh tersebut juga memberikan sejumlah masukan kepada Bobby yang berpasangan dengan Aulia Rachman.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar menyebut para tokoh itu sebagai musafir. Misi mereka pun tidak terlalu berdampak signifikan.

Pertama, mereka bukan tokoh Medan sehingga popularitas Bobby tak serta merta meningkat ketika dibantu berkampanye. Kedua, masukan dari para elite tersebut juga tidak selalu tepat, karena tidak mengetahui pasti permasalahan di Medan.

"Saya sebut musafir adalah orang-orang yang bukan asli Medan yang tidak tahu gelagat dan budaya orang Medan tapi memberi rekomendasi dan rekomendasi itu dijalankan Bobby-Aulia sehingga tidak connect," kata Shohibul.

Shohibul mengamini bahwa para elite politik datang ke Medan untuk membantu paslon yang diusung partainya. Semacam tugas yang diemban selaku kader partai.

Akan tetapi, Shohibul melihat gelagat para elite politik tersebut lebih didasari sikap menghargai Presiden Jokowi yang menantunya menjadi calon wali kota.

"Supaya mereka dianggap berjuang bersama untuk kemenangan beliau. Karena sangat menyedihkan untuk membayangkan kalau Bobby dan Aulia kalah dalam Pilkada Medan," katanya.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Nirwansyah juga mengatakan hal yang tak jauh berbeda. Menurutnya, para elite politik tersebut tak banyak mempengaruhi peningkatan elektabilitas Bobby.

"Misalnya saja politisi PDIP Adian Napitupulu di Medan dikhawatirkan tak memiliki efek menguntungkan bagi Bobby-Aulia. Sebab, pergerakan dan rekam jejak Adian selama ini hanya terpaku di pusat dan tak mengakar hingga ke daerah salah satunya Kota Medan," ungkapnya.

Selain itu, Nirwansyah juga menilai masyarakat tak akan lupa ihwal perpecahan di internal PDIP saat calon wali kota belum ditentukan.

Diketahui, lawan Bobby yakni Akhyar Nasution meninggalkan PDIP dan bergabung ke Demokrat demi mendapat tiket sebagai calon wali kota. PDIP lebih suka mengusung Bobby ketimbang Akhyar yang mereka dukung di pilkada sebelumnya.

"Masyarakat Medan rasional. Masyarakat tak akan lupa ketidak-solidan yang mulai memuncak ketika menjelang penentuan bakal pasangan calon yang akan diusung PDIP di Kota Medan," kata Nirwansyah.

"Ini sangat berbeda dengan PDIP saat Pilpres dan Pilgub Sumut beberapa waktu lalu, di situ PDIP masih sangat solid," tambahnya.

Pilkada Kota Medan diikuti dua pasangan calon. Paslon nomor urut 01, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi hanya diusung Partai Demokrat dan PKS.

Mereka akan melawan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman. Pasangan nomor urut 02 itu diusung 8 partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.


Sumber : CNN Indonesia

 
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan WA ke 085643333586
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)
 



 
Berita Lainnya :
  • Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Berikan Penerangan Dan Pendidikan Hukum Desa Se-Kecamatan Pangkalan Kuras
  • Kolaborasi Bersama Petani Jagung, Polsek Pinggir Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
  • Sekda Bengkalis Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026
  • Apel Siaga Antisipasi Dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla 2026, Ahmad Yuzar : Bukti Komitmen Bersama Lindungi Kampar dari Bencana.
  • Bupati dan Wakil Bupati Kampar Hadiri Sertijab dan Ramah Tamah.
  • Bupati Kampar Tinjau Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026
  • Pantau Pertumbuhan Tanaman, Polsek Pinggir Cek Ladang Jagung Di Dua Kelurahan Dan Dua Desa
  • KMAKI Sebut 1 Tahun Dipimpin Bupati Asgianto, Korupsi Merajalela
  • Jajaran Polsek Pinggir Kolaborasi Bersama Petani, Cek Tanaman Jagung Di Empat Desa Di Talang Muandau
  • Bupati Kampar Ahmad Yuzar Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Kasi Intelijen Kejari Pelalawan Berikan Penerangan Dan Pendidikan Hukum Desa Se-Kecamatan Pangkalan Kuras

    Bupati Kampar Tinjau Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026

    WFH ASN Siak Berlanjut Juni 2026, Bupati Afni Ubah Jadwal dari Rabu ke Jumat

     
      Terpopuler  
    1 Arist Merdeka Sirait: HL Pendeta Cabul di Surabaya terancam 20 tahun penjara dan Kebiri!
    2 Pembunuhan Mandor PT MUP Di Tangkap Polisi
    3 Bupati Kuansing Minta Perketat Penjagaan Karena Kuansing Zona Hijau Bebas Covid-19
    4 KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau di Persidangan Amril Mukminin
    5 Drs.Sozifao Hia M.Si Sesalkan BLT Pemda dan Pemprov Belum Disalurkan Kepada Masyarakat
    6 Listrik Mati Tujuh Jam,Warga Siak Minta DPRD Berikan Teguran
    7 Ormas, Parpol Tak Gunakan Azas Pancasila, Dibubarkan Layaknya PKI
    8 Polda Banten Kawal Penerapan New Normal di Kabupaten Tangerang
    9 Sekda Daerah Kabupaten Nias Utara Di Tangkap Polisi Kasus Narkoba
    10 Pengesahan KEMENKUMHAM RI Terhadap Pengurus DPP Partai Berkarya Periode 2020-2025
     
     
       



    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 beritatime.com, all rights reserved