Pesawat tempur F-18 Hornet Melintasi Laut Cina Selatan
Kamis, 08/04/2021 - 11:01:07 WIB
Redaktur:
Ilustrasi F-18 Hornet.

TERKAIT:
 
  • Pesawat tempur F-18 Hornet Melintasi Laut Cina Selatan
  •  

    BERITATIME.COM | Jakarta - Pesawat tempur F-18 Hornet tertangkap rekaman video melintas di atas perairan Kepulauan Natuna. Manuver jet tempur buatan Amerika Serikat ini kemudian viral di media sosial.

    Pesawat melintas pada Selasa (6/4) tepat pukul 16.15 WIB. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU) Marsma TNI Indan Gilang menyebut pesawat itu melintas di atas FPSO Kakap Natuna, jaraknya kurang lebih sekitar 169 mil di sebelah barat Kepulauan Natuna.

    "Melintas di atas FPSO Kakap Natuna yang dioperasikan perusahaan minyak Indonesia di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)," kata Indan Gilang saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (7/4) kemarin.

    FPSO adalah singkatan dari Floating, Production, Storage, and Off Loading Vessel atau dikenal juga sebagai tempat produksi dan pembongkaran di atas laut. Ini merupakan salah satu struktur terapung yang dapat digunakan sebagai tempat produksi, storasi/ penyimpanan maupun offloading minyak dan gas bumi lepas pantai. Bentuknya menyerupai kapal besar.

    Meski melintas di atas FPSO Kakap Natuna, namun Indan memastikan F-18 Hornet tidak melanggar wilayah udara Indonesia. Pesawat, kata dia,terbang di wilayah udara internasional.

    "Pesawat melintas di luar wilayah teritorial Republik Indonesia," ujarnya.

    Dia mengakui belum ada komunikasi dengan pihak-pihak yang kemungkinan mengoperasikan pesawat tempur ini. Meski demikian pihaknya terus mendalami lebih lanjut terkait temuan tersebut.

    "Saat ini, TNI AU sedang mendalami kejadian tersebut dengan pihak terkait," kata dia.

    Keberadaan pesawat tempur asing di sekitar perairan Natuna ini langsung mendapat sorotan. Pasalnya, tak jauh dari Natuna, ketegangan internasional sedang terjadi di Laut China Selatan. Ketegangan yang melibatkan sejumlah negara Asia dan Amerika Serikat.

    Laut China Selatan daerah yang sedang menghadapi persoalan perbatasan. Ada persoalan klaim kepemilikan pulau dan delimitasi.

    Mengenai sengketa kepemilikan pulau, karang-karang dan pulau kecil di Laut China Selatan diperebutkan oleh China, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam.

    Tidak semua direbut oleh Filipina, tidak semua diklaim oleh Vietnam dan Malaysia. Tapi, semua diklaim oleh China berdasar pada sembilan garis putus atau nine dash line merujuk pada alasan historis.

    Keberadaan China dalam pusaran konflik Laut China Selatan menyeret Amerika Serikat di dalam sengketa. AS turun tangan dan berkepentingan untuk menjaga Laut China Selatan tetap menjadi arus pelayaran perdagangan internasional.

    Eskalasi ketegangan di Laut China Selatan tak bisa diprediksi. Konflik terbuka bisa terjadi setiap saat. Apalagi, China terus meningkatkan kehadirannya di kawasan sengketa dengan negara tetangga, salah satunya Filipina.

    Filipina bahkan sempat menuding China melakukan invasi setelah 200 kapal milisi Negeri Tirai Bambu terlihat di daerah Kepulauan Spartly.

    Reuters melaporkan bahwa coast guard Filipina sudah mendeteksi keberadaan kapal-kapal tersebut di Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer dari Pulau Palawan, sejak 7 Maret lalu.

    Rekaman video yang dirilis militer Filipina menunjukkan ratusan perahu tersebar di sekitar terumbu karang Hughes, Gaven, dan Whitsun.

    Akibat insiden itu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, dan Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Hermogenes Esperon, membicarakan manuver China di wilayah bersengketa itu lewat telepon.

    Filipina menganggap kehadiran ratusan kapal China di perairan itu sebagai sebuah ancaman. Manila juga mengirim sejumlah jet tempur ke terumbu karang Whitsun yang dianggap masuk ke dalam Zona Eksklusif Ekonomi mereka untuk menggertak kapal-kapal itu.

    Indonesia sendiri mengaku netral dalam konflik di LCS. Namun Indonesia tetap siaga. Ini karena konflik terbuka di Laut China Selatan bisa ikut berdampak pada keberadaan Indonesia di Natuna yang jaraknya tak terlalu jauh.

    Beberapa waktu lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga sempat membahas kondisi di LCS dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin III. Keduanya membahas hal tersebut melalui sambungan telepon.

    "Menhan Austin dan Menhan Prabowo mendiskusikan kondisi keamanan di kawasan, termasuk situasi yang menantang di Laut China Selatan," kata juru bicara Kemenhan AS, John Kirby.

    Sumber:CNN Indonesia

     
    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan WA ke 0821-6989-9952
    via EMAIL: redaksiberita2020@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)
     



     
    Berita Lainnya :
  • Bhabinkamtibmas Polsek Bangko Selesaikan KDRT dengan Problem Solving
  • Masyakat Tak Mampu Tidak Mendapatkan BLT Dan PKH,Penghulu Dan RT Setempat Pilih Kasih.
  • Walaupun Penyebaran Covid-19 Menurun, Jajaran Polres Kampar Terus Gencarkan Pendisiplinan Protkes
  • Masyarakat Meminta Kepada Bupati Rohil Dan wakil Bupati Untuk Memperbaiki Jalan
  • Dua Pelaku Curat Diamankan Team Resmob Polres Rohul
  • Kapolres Nias Selatan Turun langsung Olah TKP Penyelidikan kasus pembunuhan
  • Bupati Kampar Sambut Kunker Perdana Pangdam I Bukit Barisan
  • Kawal Kasus Pemerkosa IRT Asal Nias Pelaku MR,HIMMI Puji Penyidik Polsek Ujungbatu Profesional
  • Libur Nataru, ASN Dilarang Cuti dan Bepergian ke Luar Daerah
  • Harga Minyak Goreng Semakin Tinggi, Masyarakat Mengeluh
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Bhabinkamtibmas Polsek Bangko Selesaikan KDRT dengan Problem Solving

    Walaupun Penyebaran Covid-19 Menurun, Jajaran Polres Kampar Terus Gencarkan Pendisiplinan Protkes

    Jalan flamboyan rusak parah
    Masyarakat Meminta Kepada Bupati Rohil Dan wakil Bupati Untuk Memperbaiki Jalan

     
      Terpopuler  
    1 Pembunuhan Mandor PT MUP Di Tangkap Polisi
    2 Arist Merdeka Sirait: HL Pendeta Cabul di Surabaya terancam 20 tahun penjara dan Kebiri!
    3 Bupati Kuansing Minta Perketat Penjagaan Karena Kuansing Zona Hijau Bebas Covid-19
    4 Sekda Daerah Kabupaten Nias Utara Di Tangkap Polisi Kasus Narkoba
    5 Listrik Mati Tujuh Jam,Warga Siak Minta DPRD Berikan Teguran
    6 Polsek Siak Hulu Ungkap Ciri-ciri Mayat Yang Ditemukan di Dusun I Pandau Makmur Desa Pandau Jaya
    7 Drs.Sozifao Hia M.Si Sesalkan BLT Pemda dan Pemprov Belum Disalurkan Kepada Masyarakat
    8 Polda Banten Kawal Penerapan New Normal di Kabupaten Tangerang
    9 KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau di Persidangan Amril Mukminin
    10 Ormas, Parpol Tak Gunakan Azas Pancasila, Dibubarkan Layaknya PKI
     
     
       



    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 beritatime.com, all rights reserved