Kawal Kasus Pemerkosa IRT Asal Nias Pelaku MR,HIMMI Puji Penyidik Polsek Ujungbatu Profesional
Jumat, 26/11/2021 - 13:19:35 WIB
Redaktur: Fz
Dok

TERKAIT:
 
  • Kawal Kasus Pemerkosa IRT Asal Nias Pelaku MR,HIMMI Puji Penyidik Polsek Ujungbatu Profesional
  •  

    Rokan Hulu  - Beritatime.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rokan Hulu, (Rohul) menyebut masih menanyakan pihak Penyidik Polisi Sektor (Polsek) Ujungbatu kapan Tahap 2 atas  kasus dugaan pemerkosaan Ibu Rumah Tangga (IRT) pelaku berinisial MR, KUHApidana Pada 285 yang resmi dilaporkan pada 
    Tanggal 15 September 2021 dan Pelaku sudah ditangkap dan ditahan. Kini korban juga masih trauma atas perbuatan bejat pelku tersebut.


    "Ya, masih kita tanya penyidik nya, kapan hari, tanggal tahap dua nya, akan kami sampaikan kepada keluarga korban," kata Kasi Pidum Kejaksaan Rohul melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang biasa dipanggil Aron menjawab konfirmasi wartawan melalui via WhatsApp nya Rabu, (24/11/2021).


    Untuk diketahui Terkait kasus ini,   Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Hak Azasi Manusia (HAM)  Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, meminta kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Ujungbatu untuk mengungkap kronologi, mengapa bisa terjadi Tindak Pidana KUHApidana Pasal 285, korban Midar Laia, Ibu Rumah Tangga (IRT) Istri orang dan sudah punya anak dua satu masih bayi (6 bulan sekarang). Dan meminta Kapolres Rohul ambil alih.

    Demikian disampaikan Ketua HIMNI DPC Rohul Darman Zega didampingi Sekeretaris Fahrin Waruwu, Kabidkumham Alfiansyah Gea, SH, Kabid Humas Kominfo Lisman G. kepada Wartawan di Pasirpangaraian Selasa, (2/11/2021), terkait penanganan kasus tersebut dinilai ada yang perlu dilakukan pengembangan penyelidikan oleh pihak penyidik, tidak hanya di pasal 285 itu.

    "Terkait  Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STPL) tersebut, MR  diduga Pelaku atau tersangka sudah dilakukan penahanan dan berkasnya sudah masuk tahap satu di Kejaksaan Rohul," katanya meluruskan berita sebelumnya yang salah menuliskan pasal KUHApidana nya.

    Untuk diketahui pada  laporan di STPL No. LP/B/42/IX/2021/SKPT/ POLSEK UJUNG BATU/POLRES ROKAN HULU/POLDA RIAU, Tanggal 15 September 2021 itu Pasal 285, Pelapor Midar Laia,  yang menyatakan: “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

    "Namun Kita menyarankan kasus ini diambil alih Polres Rohul di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari Polsek Ujungbatu, kita meminta diungkap seluruh kronologis pada Laporan korban ML, disarankan jangan di Pasal 285 itu saja. Jangan terpotong kronologinya.

    Mengapa dugaan pidana Pasal 285  itu bisa terjadi di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Ujungbatu, sedangkan Korbannnya itu warga Rambah Hilir, tinggal dirumah suaminya dan disana juga ada orangtuanya korban," beber Darman Zega didepan Kasi Pidum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersama  Kasi Intel Kejaksaan Rohul, Ary Supandi SH MH saat melakukan konfirmasi kasus yang tersangkanya MR itu.

    "Kami dari HIMNI mengawal kasus ini. ini Kami nilai sudah mencoreng Marwah Adat dan Budaya Kami Nias dan Marwah Perempuan Nias diduga dirampas Hak Azasi Manusia (HAM) nya atau  kemerdekaan nya. 

    Hal ini sesuai atas pengakuan korban, karena korban sudah punya Suami,  mereka ada anak Dua orang diantaranya satu masih bayi 4 bulan. Sementara MR Tersangka red. Jadi saksi dalam surat pernyataan ditanda tangani korban, untuk bisa pisah dengan suami dan anak-anaknya dan seluruh keluarga nya.

    Sedangkan korban tidak ada sekolah dan tidak bisa membaca tulis. Janganlah dibodohi yang belum ada sekolah, yang tak tahu membaca. Harapan siapapun yang diduga ada keterlibatan dalam kasus ini, kami minta di proses, dan Polres Rohul Ambil alih kasusnya," tegas Ketua HIMNI Rohul yang juga saksi dalam BAP kasus tersebut dan juga terus mendampingi korban.

    Bahkan, Ketua Ormas Nias di Rohul ini, "mengencam mengutuk" atas terjadi kasus seperti ini. lanjutnya, Isi surat pernyataan itu, tersangka red jadi saksi, seakan-akan korban yang tidak lagi mau sama suaminya yang bernama Ariston Nduru, ini ada apa di buat Surat Pernyataan itu?.

    "Yang menceraikan Suami Istri itu, Pengadilan NKRI dan hanya Tuhan. Harusnya RM ini, kalau dipercaya orang untuk menyelesaikan masalah rumah tangga yang ada ikatan suami istri itu, bicarakanlah baik atau korban itu dikembalikan kepada orang tuanya, tidak diduga dirampas kemerdekaan nya,"

    "Karena adat kami di Pulau Nias, harusnya Perempuan itu dikembalikan kepada orang tuanya, bila suaminya tak sanggup membina, menasehati lagi. Dan yang dipercaya membicarakan, itulah yang mengantarkan langsung kepada orang tua perempuan, bukan yang diminta tolong itu, malah suka-suka diduga melakukan perampasan hak kemerdekaan seorang perempuan yang sudah punya suami dan anak dan masih ada orang tua lagi," tandas Darman Zega.

    Yang mana kasus ini juga, mendapat perhatian dari  Bidang Pembedayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Dinas Sosial P3A Rohul dengan  melakukan pendampingan, atas surat dari Pengurus HIMNI DPC Kabupaten Rokan Hulu, baik dibidang psikologis dan di penanganan kasusnya.

    Sementara dari Pihak Kejaksaan Rohul Kasi Pidum dan Jaksa Penuntut Umum bersama  Kasi Intel Kejaksaan Rohul, Ary Supandi SH MH menjawab konfirmasi wartawan membenarkan berkas sudah diterima dan hanya pasal pidana pasal 268 itu saja.

    "Terkait yang lainnya, itu kewenangan penyidik. Memang ada surat pernyataan dimaksud, dan ada juga saksi-saksi nya beberapa orang dalam BAP termasuk pak Darman Zega. Silahkan bapak-bapak untuk menanyakan kepada Penyidik rangkaian kronologisnya. Kalau JPU akan bawa ke Pengadilan Tindak Pidana KUHPidana Pasal 285 nya, secepatnya kita lakukan tahap dua," kata Kasi Pidum Kejari Rokan Hulu.

    Atas kasus ini juga, Kepala Bidang Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kabidkum) HIMNI Rohul Alfiansyah Gea, SH juga seorang Advokat turut angkat bicara, karena menurut penilaian nya kasus ini ada dugaan teroganisir, bila dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara bisa akan terungkap semuanya, sehingga diminta penyidik untuk profesional dalam kasus ini,  semua Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilindungi hukum yang berlaku.

    Untuk perkara ini tambahnya, bisa ditambahkan pasal 55 & 56 KUHP (pasal turut serta) untuk kawan pelaku yang membantu dan mengetahui kronologi kejadian sekaligus dia ikut ke rumah korban, dan juga bisa juga di Tambahkan lagi di pasal 263 KUHP yaitu pembuatan surat palsu

    "(Bahwasanya ini semua terjadi akibat adanya surat palsu yang dibuat oleh si pelaku yang menimbulkan kerugian bagi sikorban dan keluarga), dan menurut kami tindak kejahatan ini, ini tindak kejahatan yang sudah terorganisir dan terencana, kemungkinan sudah dilakukan pelaku berulang-ulang ke korban-korban yang lain, dan salah satu korbannya saudara kami ini," tegas Kabidkumham HIMNI Kabupaten Rokan Hulu.

    Saat hal ini dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Ujungbatu Jerry melalui via nomor WhatsAppnya, dirinya mengarah kan awak media konfirmasi ke Kantor nya.

    "Datanglah kesini dikantor, berkasnya mau kita Lengkapi," katanya singkat.

    Sebelumnya, ML korban red. menjawab wartawan ini dengan bahasa Nias, diakui nya ada dipaksa diduga pelaku untuk "berhubungan suami-istri" di dua tempat.  "Saya tidak mau, namun saya dipaksanya," kata Korban.

    Cerita Korban,  saat mereka dalam perjalan dari Rumah mereka dari wilayah Muara Nikum Rambah Hilir, sampai di tempat pertama pelaku memaksa tidur itu "adanya pelaku diduga 'menyebut dirinya seorang "Polisi" dan  mau "memenpenjarakannya  bahkan tangannya saat itu sempat diikat pakai tali nilon," tuturnya.

    Lanjut  korban mengakui, memang ada masalah dalam keluarga mereka dengan suaminya bernama Ariston Nduru, "Masalah Suami-Istri atau masalah Rumah Tangga" namun waktu itu Pelaku datang ketempat mereka bersama seseorang bernama AH dan disuruh dirinya untuk tandatangan surat yang dirinya tak tahu membaca.

    "Karena saya tak tahu apa isi suratnya, karena saya disuruh tanda tangan, kuiakan saja. Waktu itu, ada suaminya Ariston dan lainnya. Orang tua saya dan keluarga ku tidak diundang, habis itu saya dibawa pergi sana MR yang akhirnya saya tau namanya, karena  sering disebut saat itu," ungkap ML selaku korban. (mdzal)

     
    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan WA ke 0821-6989-9952
    via EMAIL: redaksiberita2020@gmail.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)
     



     
    Berita Lainnya :
  • Kapolres Sergai Himbau Objek Wisata Pantai Cermin Patuhi Prokes,
  • Wabup Siak Husni Merza Sebut, Program PTSL BPN Cegah Masalah Sengketa Lahan
  • KPK Dukung Kemenkes Bentuk Sistem Pengadaan Tersentralisir Untuk Cegah KKN
  • Apel Perdana H.Zukri, Bupati Pelalawan Ingatkan ASN Untuk Bekerja Ikhlas, Kerja Cerdas Dan Kerja Keras
  • Pererat Sinergitas, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Perdana Kapolda Kalbar
  • Buka Rapat Persiapan Hari Jadi Kampar ke 72, Bupati Kampar : Mari Kita Meriahkan dan dapat Dirasakan oleh Masyarakat.
  • Hadiri Rakor Hari Jadi Kab. Kampar, Waka Polres : Kita Jadikan Momentum Percepatan Vaksinasi
  • Usulkan Kampung Perikanan Budidaya, Diskan Kampar Lakukan Ekspos ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Antisipasi Varian Baru Omicron, Bupati Kampar ; Gesa Terus Vaksinasi Termasuk Para Lansia
  • Luar Biasa Siak Raih 2 Penghargaan Baznas Award 2022.
  •  
    Komentar Anda :

     
      Pilihan Redaksi  
    Kapolres Sergai Himbau Objek Wisata Pantai Cermin Patuhi Prokes,

    Wabup Siak Husni Merza Sebut, Program PTSL BPN Cegah Masalah Sengketa Lahan

    KPK Dukung Kemenkes Bentuk Sistem Pengadaan Tersentralisir Untuk Cegah KKN

     
      Terpopuler  
    1 Pembunuhan Mandor PT MUP Di Tangkap Polisi
    2 Arist Merdeka Sirait: HL Pendeta Cabul di Surabaya terancam 20 tahun penjara dan Kebiri!
    3 Bupati Kuansing Minta Perketat Penjagaan Karena Kuansing Zona Hijau Bebas Covid-19
    4 Sekda Daerah Kabupaten Nias Utara Di Tangkap Polisi Kasus Narkoba
    5 Listrik Mati Tujuh Jam,Warga Siak Minta DPRD Berikan Teguran
    6 Drs.Sozifao Hia M.Si Sesalkan BLT Pemda dan Pemprov Belum Disalurkan Kepada Masyarakat
    7 Polsek Siak Hulu Ungkap Ciri-ciri Mayat Yang Ditemukan di Dusun I Pandau Makmur Desa Pandau Jaya
    8 Polda Banten Kawal Penerapan New Normal di Kabupaten Tangerang
    9 KPK Hadirkan Ketua DPRD Riau di Persidangan Amril Mukminin
    10 Ormas, Parpol Tak Gunakan Azas Pancasila, Dibubarkan Layaknya PKI
     
     
       



    Home - Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2020 beritatime.com, all rights reserved