UNIVERSITAS TANGERANG RAYA DAN YAYASAN CAKRA INTI INDONESIA
UNTARA LAKSANAKAN HALAL BIHALAL BERSAMA MAHASISWA PROGRAM SARJANA DAN PROGRAM PASCASARJANA
Senin, 16/05/2022 - 08:52:47 WIB
Redaktur: MD
DOK

TERKAIT:
   
 

TANGERANG - BERITATIME.COM - Mengawali kegiatan dan hari kerja pertama pasca libur Hari Raya Idul fitri 1443 Hijriah, Yayasan Cakra Inti Indonesia dan Universitas Tangerang Raya mengadakan Halal Bihalal yang dilaksanakan secara daring melalui webinar zoom meeting, pada hari Sabtu tanggal 14 Mei 2022. Acara tersebut diselenggarakan bersama rekan-rekan mahasiswa program sarjana dan program pascasarjana yang dihadiri oleh pimpinan, pejabat dan civitas akademika dilingkungan Universitas Tangerang Raya.  Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., MEI. Selaku Ketua/Pimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), hadir memberikan apresiasi dan sambutanya sebagai keynote speaker mengenai kegiatan Halal bihalal yang merupakan tradisi yang biasa dilakukan umat Islam di Indonesia terutama saat hari raya Idul Fitri. Halal bihalal dilakukan untuk menyambung serta mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Meskipun begitu, makna tali silahturahmi sangatlah luas, tidak hanya hubungan antar saudara yang memiliki hubungan pertalian darah saja, tetapi setiap muslim di dunia ini juga merupakan saudara, seperti apa yang dijelaskan di dalam Al-quran surah Al-Hujurat ayat 10 yang artinya adalah sesungguhnya orang – orang mukmin itu adalah saudara. Oleh karena itu, kita harus menjaga tali persaudaraan antar sesama umat muslim ini. silaturahim adalah salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW karena di dalamnya banyak sekali terkandung berbagai macam hikmah dan keutamaan silaturahim itu sendiri.

Selanjutnya dalam sambutan ketua Yayasan Cakra Inti Indonesia oleh bapak Mubarok, mengawali kegiatan dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa dan peserta kegiatan, jika ada tingkah laku yang kurang berkenan selama ini baik selaku pribadi maupun atas nama civitas akademika, baik secara pelayanan akademik maupun pelayanan administrasi kampus lainya. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Mubarok selaku ketua Yayasan Cakra Inti Indonesia menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, melalui peran Pendidikan tinggi dengan tujuan memberikan akses dan pelayanan pendidikan serta memberikan kesempatan belajar di perguruan tinggi, bagi peserta didik yang memiliki kualitas potensi akademik yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikanya. Memberikan kontribusi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Saat ini, Cakra Inti Indonesia memiliki peran dalam hal penempatan mahasiswa berprestasi untuk mengikuti jenjang Pendidikan tinggi yang berasal dari Institusi Mabes TNI, Mabes Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Pehubungan dan Institusi terkait. Adapun saat ini, pihaknya telah memfasilitasi sebanyak 1207 putra/putri terbaik bangsa, mengikuti proses pendidikan tinggi dibeberapa kampus di Indonesia, menjalin kolaborasi dan kerjasama untuk mengembangkan pendidikan yang berkualitas dengan mengedepankan mutu Pendidikan, sistem pelayanan akademik yang baik dan rasa kepedulian sosial yang tinggi untuk meningkatkan kualitas prestasi dan melahirkan lulusan terbaik, mandiri, produktif dan kompeten dibidangnya.

Pada Kesempatan yang sama, Rektor Universitas Tangerang Raya yaitu Bapak Ir. H. M. Mardiyana, M.M, Ph.D. Memberikan sambutan untuk saling memaafkan dan silahturrahim merupakan bagian dari Risalah Islam dan tidak terbatas saat Idul Fitri. Dan usai perayaan hari raya Idul Fitri, biasanya kita mengadakan halal bihalal. Halal bihalal ini merupakan kegiatan silaturahmi dan saling bermaafan. Halal bihalal ini sebenarnya merupakan salah satu tradisi yang berkembang di Indonesia tak hanya di lingkungan masyarakat, Maaf memaafkan menjadi salah satu tradisi saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Tanah Air. Namun, masih ada yang menganggapnya sekadar formalitas. Ada yang memperlihatkan diri seolah sudah saling memaafkan, namun dalam hati tetap saja masih menyimpan amarah atau hanya mengikuti tradisi Jika tidak bisa dilepaskan, diikhlaskan, rasa itu lambat laun berpengaruh pada keseharian seseorang. Memendam amarah bisa menjadi energi negatif yang bahkan bisa sampai mengganggu kesehatan. Karenanya, pemahaman tentang esensi memaafkan menjadi hal penting. Itu justru bisa membantu seseorang untuk mampu memaafkan, merelakan, mengikhlaskan sesuatu yang melukai atau tidak berkenan untuk dirinya akibat perilaku orang lain. Dengan kata lain, silaturahim ini menuntut upaya maaf-memaafkan. Pakar Tafsir Al-Qur’an Muhammad Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an (1999) memberikan penjelasan terkait dengan sikap yang perlu dilakukan manusia dalam menghadapi seseorang yang melakukan kesalahan.


Acara dilanjutkan keynote speaker yang disampaikan oleh Dr. H. Suwendi, M.Ag. Dari Diktis Ditjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia. Memberikan pemaparan terkait moderasi beragama bagi para mahasiswa, untuk menjunjung tinggi dan menghormati perbedaan pada hakikatnya menciptakan kesadaran kolektif semua komponen bangsa untuk mengharmoniskan relasi keagamaan dan kebangsaan dalam konstruk positif. Pemahaman keagamaan tidak ditempatkan untuk memperhadapkan dengan ideologi dan entitas keindonesiaan. Moderasi beragama justru memperkuat ideologi Pancasila dan aturan hukum turunannya sebagai perekat kebangsaan yang mampu meneguhkan spirit kebersamaan di tengah fakta pluralitas keindonesiaan, baik aspek agama, suku, ras, budaya, bahasa, teritori, maupun lainnya, yang sekaligus menjadi landasan norma sosial. Moderasi Beragama adalah cara pandang kita tentang bagaimana Beragama yang baik sesuai dengan AL Qur’an dan Hadits, yang tidak dilakukan dengan sikap yang ekstrim. Moderasi beragama adalah proses pemahaman untuk mengetahui dan bersikap komitmen kebangsaan yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Moderasi beragama adalah bagaimana kita bersikap toleran dengan kemajemukan yang ada, tanpa mencampuradukkan Aqidah, berada pada posisi hubungan kemanusiaan, saling menghormati, saling menghargai dan tenggang rasa. Moderasi beragama adalah bagaimana kita bersikap anti terhadap kekerasan, tindakan terorisme, separatisme yang sangat merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, semua agama melarang tindakan kekerasan. Moderasi beragama adalah sikap adil yang harus kita lakukan, bermusyawarah, bijaksana dalam mebuat setiap keputusan, selalu bersumber pada kebenaran. Pentingnya nilai – nilai moderasi beragama di insersi di dalam mata kuliah, mata pelajaran dan kebijakan. Pentingnya Moderasi Beragama dalam kegiatan pengabdia kepada masyarakat, penelitian dan publikasi.